Nabi Nuh. As diutus oleh Allah Swt untuk mengingatkan ummatnya yang telah jauh tersesat karena tidak mau menyembah Allah. Nabi Nuh menyeru kepada kaumnya agar hanya menyembah Allah dan menghentikan keingkaran mereka. Ketika itu ummat Nabi Nuh menganut agama paganisme dengan menyembah
suwa', Yagus, Ya'uq dan Nasr.
Meskipun sudah ratusan tahun berdakwah, namun tampaknya dakwah beliau belum membuahkan hasil, ummatnya tetap saja menolak, termasuk keluarga nya sendiri. Dalam sejarah tercatat, bahwa Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun.
Nabi Nuh termasuk lima Nabi yang palin agung (
Ulul 'Azmi. Kisah mengenai Nabi Nuh dalam al-Qur'an dapat kita temukan di hampir seluruh bagiannya. Salah satu surah yang cukup komplit menceritakan kisah Nabi Nuh adalah surah Hud, dari ayat 27 s/d 51.
Kisah ini dimulai dengan ayat-ayat yang memperlihatkan bagaimana Nabi Nuh Mendakwahkan agama kepada kaumnya :
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). (al-A'raf : 59)
107. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
108. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
109. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
110. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".
(asy-Syuaro :107-110)
dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" (al-Mukminun : 23)
Kemudian dilanjutkan himbauan nabi Nuh kepada kaumnya untuk menghindarkan diri dari murka Allah :
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih" (Nuh : 1)
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan (Hud : 26) , kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal (Hud : 39)
Juga dapat kita temukan dalam surah al-A'raf ; 60, Hud : 27, 32 dan 38, al-Mu'minun : 24-25, al-Qomar ; 9, asy-Syuara' : 111.
Kondisi kaum yang sebagai mana disebutkan dalam ayat tadi membuat Nabi Nuh merana, namun Allah menghiburnya dan berjanji menghilangkan kesedihannya (baca Surah Hud : 36). Do'a Nabi Nuh kepada Allah juga tertulis dalam beberapa ayat al-Qur'an, diantaranya surah asy-Syu'ara' : 117-118, al-Qomar : 10, Nuh : 5-7, al-Mukminun : 26 dan As-Shaffat : 75.
Selanjutnya, satu ayat al-Qur'an mengisahkan usaha Nabi Nuh membuat kapal :
dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim itu; Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan (Hud : 37).
Dalam tahap awal banjir, al-Qur'an menceritakan kisah dialog Nabi Nuh dengan putranya :
dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama Kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir."
anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang". dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; Maka jadilah anak itu Termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (Hud : 42-43)
Nama anak Nabi Nuh a.s. yang kafir itu Qanaan, sedang putra-putranya yang beriman Ialah: Sam, Ham dan Jafits.
Lalu al-Qur'an menceritakan bagaimana Allah menghancurkan dan menenggelamkan ummat Nabi Nuh (baca surah al-A'raf : 64, asy-Syu'ara' : 119 dan 120, al-'Ankabut : 15). Bahkan secara detai bagaimana bentuk fisik banjir tersebut juga disebutkan dalam al-Qur'an :
(11) Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. (12). dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, Maka bertemu- lah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. (13). dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.
Dan dimana Kapal Nabi Nuh terdampar ketika banjir surut terdapat dalam surah Hud : 44
dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim"
Bukit Judi terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia.
Kisah Nabi Nuh ini ditutup dengan hikmah yang dapat diambil, yakni pada surah al-Haqqah : 11-12
(11)Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera.
(12). agar Kami jadikan Peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
Demikian Kisah Nabi Nuh dalam al-Qur'an dan insya Allah akan kita lanjutkan pada artikel berikutnya.
Thanks for reading Kisah Ummat Nabi Nuh. AS. Please share...!