Kita sambung lagi artikel tentang Kisah Nabi Nuh. As
Setelah sebelumnya ditulis bagaimana al-Qur'an menceritakan tentang ummat Nabi Nuh,maka pada tulisan ini akan saya coba untuk menampilkan tentang dimana lokasi atau daerah kaum Nabi Nuh.
Mengenai Banjir yang dialami oleh ummat Nabi Nuh. As, setidaknya ada dua pendapat, yakni apakah banjir itu bersifat lokal, artinya hanya sekitar wilayah itu saja, ataukah bersifat global yang artinya menenggelamkan seluruh dunia?
Pendapat pertama meyakini bahwa banjir ini bersifat global, sedangkan kelompok lain meyakini bahwa banjir tersebut bersifat lokal regional. Jika kita melihat ayat-ayat al-Qur'an yang menguraikan kisah Nabi Nuh, akan tampak kecenderungan bahwa banjir tersebut bersifat lokal regional, bukan global yang melanda seluruh negeri, sebab difahami dari ayat 25-26 surah Hud, bahwa banjir tersebut hanya menenggelamkan ummat Nabi Nuh yang ingkar kepada dakwah beliau.
25). dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
26). agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".
Kecenderungan pada pendapat ini didukung oleh informasi al-Qur'an bahwa Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW hanya diutus kepada kaumnya, seperti Nabi Hud yang diutus kepada kaum 'Ad, Nabi Sholeh kepada kaum Tsamud, dan seterusnya, sedangkan Nabi Muhammad SAW untuk seluruh ummat manusia.
Logika selanjutnya bahwa banjir ini hanya bersifat lokal reginal didukung oleh surah al-Qasas : 59'
"dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam Keadaan melakukan kezaliman".
Berbeda dengan kisah-kisah dalam ajaran yahudi yang menggunakan istilah "kotak' atau "peti' untuk menyebutkan bahtera Nabi Nuh, maka al-Qur'an menggunakan kata
as-Safinah, terdapat dalam surah al-'Ankabut : 15.
Kata yang sama diulang pada ayat 13 surah al-Qomar yang menyebutkan "bahtera dari papan dan pasak". didalam Injil disebutkan secara detail ukuran kapal nabi Nuh ini, yaitu panjang 300 cubit (135 meter), dan tinggi 30 cubit (13,5 meter) serta lebarnya 50 cubit (22,5 meter), kalau sekarang seukuran dengan kapal kargo yang berukuran sedang.
Lalu jenis hewan apa saja yang diselamatkan oleh Nabi Nuh dalam bahteranya?
Mengenai hal ini tidak ada kesepakatan diantara para penafsir. Para penafsir kitab kejadian meyakini bahwa Nabi Nuh memasukkan semua jenis hewan kedalam bahteranya itu. Selanjutnya ada juga penafsir kitab perjanjian yang menyetujui perkiraan bahwa Tuhan menggerakkan hewan-hewan itu agar mendatangi Nabi Nuh, bukan sebaliknya, yakni Nabi Nuh yang mencari hewan itu satu persatu. namun pendapat seperti ini terlihat sangat tidak logis.
Yang logis adalah bahwa yang dibawa nabi Nuh kedalam bahteranya itu adalah adalah hewan peliharaan yang ada disekitar tempat tinggalnya.